Sabtu, 18 Februari 2012

Trading Card Game is Not A Crime!

wew, akhirnya saya kembali lagi ke blog ini setelah sekian lama

sebagian besar orang yang sebaya sama saya tentunya masi ingat jaman2 dimana permainan kartu (Trading Card Game atau TCG) seperti Yu-Gi-Oh! dan Duel Master menjadi mainan pokok.

does anyone remember them?


setelah melihat kawan2 SMA saya banyak yang masi menekuni permainan ini, saya pun penasaran dan akhirnya saya kembali terjun ke dunia TCG. kebetulan, setelah lulus SMA saya diterima kuliah di ITB, dan Bandung merupakan tempat yang tepat untuk menekuni TCG (setelah Jakarta tentunya)

sayangnya, banyak orang yang beranggapan semua permainan yang berhubungan dengan kartu itu nggak baik. tidak jarang banyak orang tua yang melarang anaknya bermain kartu seperti ini. mungkin ini salah satu alasan kemunduran TCG di Indonesia.

waktu sudah berlalu, teknologi semakin berkembang, informasi semakin mudah didapat, dan pikiran masyarakat sudah banyak yang terbuka.

banyak, bukan semua.

kemarin, setelah Sholat Jumat saya pergi ke salah satu tempat bermain TCG di Bandung. saat saya sedang menonton orang yang sedang bermain, seorang pegawai dari toko yang tidak jauh dari sana menghampiri saya dan ikut menonton. awalnya saya senang karena masi banyak orang yang tertarik dengan permainan ini.

setelah beberapa waktu, dia pun bertanya

pegawai : ini namanya (game) apa?
saya : vanguard
contoh kartu Vanguard

pegawai : ini mainnya 1 jam selesai ya?
saya : (bingung) ya ini mainnya sampai ada yang menang, kalau ada turnamen yang cukup besar baru dikasi waktu
pegawai : kalau main gini taruhannya apa? (dengan masang muka nyebelin)
saya : hah? nggak ada, kita main cuma asal senang sama hobi aja, ga ada yang namanya taruhan
pegawai : terus kalau main disini (nunjuk ke tempat pemilik toko) bayarnya berapa?
saya : gratis kok (dalem hati : emangnya main futsal bayar per jam?)
pegawai : (pergi)

jujur aja, pas ditanya mengenai taruhan saya agak emosi, begitu juga dengan pemain di dekat saya yang juga mendengar percakapan kami.

mungkin ini salah satu penyakit orang Indonesia, yaitu suka-asal-ngerespon. banyak hal2 positif direspon negatif, seperti game ini, tapi banyak juga hal2 negatif yang direspon positif (sinetron salah satunya). kita cenderung membandingkan 'sesuatu' yang asing dengan 'sesuatu' yang sudah kita kenal. sayangnya, 'sesuatu' yang jadi pembandingnya itu hanya fisiknya yang sama. sehingga tidak heran kalau TCG disamakan dengan judi kartu.

padahal, kenyataannya nggak seperti itu.

pemain2 TCG memang membutuhkan uang yang lumayan banyak untuk bisa memainkan game ini. tapi dari situ kami belajar untuk menabung uang kami secara efektif, agar kami bisa membeli kartu2 yang kami butuhkan. melalui TCG, kami juga mengenal banyak teman baru. khusus untuk mahasiswa baru, mereka bisa menggunakan TCG untuk mencari kenalan di kota tempat mereka kuliah dan beradapatasi dengan lingkungan baru.

selain itu, TCG juga bisa dijadikan tempat investasi yang cukup menguntungkan.

satu kartu TCG yang paling murah berharga 1000 rupiah, tetapi kartu tersebut jarang dipakai orang karena efeknya kurang bagus. ada beberapa kartu yang efeknya bagus, dan juga cukup langka, dua aspek itu sudah cukup untuk melambungkan harga kartu tersebut, dengan sangat tidak berkepri-kantong-an. contohnya:

levelnya kecil, tapi harganya...

satu kartu seperti ini dihargai $124.99 di situs penjual kartu luar negeri. kalau di Indo? nggak jauh2 dari satu juta rupiah.

trus, cara investasinya gimana?

jadi gini, salah satu cara para pemain TCG mendapatkan kartunya adalah dengan membeli bungkusan berisi kartu yang disebut booster. sebagai contoh, satu booster Yu-Gi-Oh! berisi 9 kartu. tiap booster diisi dengan beberapa jenis kartu, dari yang tidak berguna sampai sangat berguna. begitu juga dengan kartu berharga $124.99 ini

satu booster Yu-Gi-Oh! diberi harga 35 ribu rupiah. kebayang kan berapa untungnya kalau buka satu booster terus dapet kartu seharga 1 juta kayak gini?

masi ada yang berpendapat kalau semua permainan kartu itu nggak baik?

10 komentar:

  1. Disangkonyo kartu remi kali, Ki... ini kan permainan tcg modern (worldwide), di Indonesia kurang terkenal, apolagi kartunyo mahal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan masalah mahalnyo, dio kan sempet nanyo game apo ini dsb, tapi dio tu masi nyangko ini ni termasuk judi..
      itu yang bikin aku agak dak terimo

      Hapus
  2. minta file game duel master donk.aq cari gak ada yang pas ini sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditoko nama di jakarta ada yg jual kartu Vanguard Think Tank Tsukoyomi ?
      trims
      0811913116

      Hapus
  3. Kartu Cardfight Vanguard jual beli di Anime Machi:

    Taman Anggrek Mall 3rd Floor Unit # 334, Let. Jen. S. Parman Kav. 21, West Jakarta 11470 Indonesia TEL : 62 (021) 563 9259

    Ciputra Mall 5th Floor Unit # 7, Arteri S Parman, Grogol, West Jakarta 11470 Indonesia
    TEL : 62 (021) 566 9709

    Kelapa Gading Mall 2 2nd floor Unit # 309B (2) Boulevard Kelapa Gading Blok M, Kelapa Gading Permai, North Jakarta 14240 Indonesia
    TEL : 62 (021) 4585 3990

    Gandaria City Mall 2nd Floor Unit # MO208, KHM Syafi’i Hadzami No. 8, South Jakarta 12240 Indonesia TEL : 62 (021) 2905 3249

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip.. nambah lagi tempat main di Jakarta, makasi Danny ^^

      Hapus
  4. tempat main di bandung di mana ya? itu ada yg jual kartunya juga?

    BalasHapus
  5. Emperor Casino: Free Spins | Online Casino No Deposit Bonus
    This online casino is operated by the 1xbet Malta Gaming Authority งานออนไลน์ and is licensed by the Malta Gaming Authority. This casino has a nice selection of slot 제왕카지노 games,

    BalasHapus